Politikus Golkar Sebut Anggota Brimob Aniaya Wartawan Layak Dipecat

| habadaily.com | 19 Juni 2017, 12:43 WIB
Politikus Golkar Sebut Anggota Brimob Aniaya Wartawan Layak Dipecat Ilustrasi Penganiayaan Wartawan. ©2015 Merdeka.com

HABADAILY.COM - Anggota Brimob melakukan tindakan intimidasi kepada wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara bernama Ricky Prayoga di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2017). Perlakuan brimob tersebut dianggap tak pantas dan layak diganjar sanksi berat berupa pemecatan.

"Perlakuan brimob-brimob tersebut tidak pantas dan memalukan layak diberi sanksi tegas termasuk pemecatan," kata Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga Politikus Golkar, Meutya Hafid melalui pesan singkat, Senin (19/6/2017) seperti dilansir merdeka.com.

Meutya mengatakan Polri tidak perlu berlama-lama dalam memberikan sanksi. Sebab, perlakuan tersebut direkam sehingga memiliki bukti kuat. Dia menyayangkan tindakan tersebut masih terjadi dan banyak aparat tak paham bahwa setiap wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

"Saya melihat video rekaman tersebut dan sangat menyayangkan di era reformasi yang hampir 20 tahun berjalan ini masih ada aparat yang tidak paham Undang-Undang Pers," jelasnya.

Peristiwa nahas menimpa pria akrab disapa Yoga, terjadi ketika sedang berjalan di belakang Sales Promotion Girls (SPG) menuju ke ATM di lokasi kejadian. Secara tidak sengaja, Ricky melihat anggota Brimob kebetulan sedang memperhatikan SPG dan sempat beradu pandang dengannya.

Spontan, dia langsung memalingkan pandangannya tanpa menghiraukan anggota Brimob tersebut. Namun, setelah dia melihatnya lagi, anggota Brimob itu masih melihat ke arahnya sampai berjarak beberapa langkah.

"Saya dalam posisi baru datang mengira ada yang salah dengan penampilan saya, langsung bertanya 'ada apa mas, apa ada yang salah dengan penampilan saya' karena saya berpikir mungkin ada kotoran di wajah saya," tutur Ricky.

Mendapati pertanyaan seperti, anggota Brimob itu tidak terima dan langsung marah. Bahkan sempat mengeluarkan kata-kata kotor serta mendorong Ricky. "Saya kena piting, berusaha dibenturkan ke tripleks dan berusaha dibanting, saya berusaha melepaskan diri dan menanyakan 'apa maksudnya ini'. Mereka bilang 'amankan saja bikin onar ini orang melawan petugas'," jelasnya.

Keributan dapat dilerai setelah anggota Brimob senior bernama Dwi datang dan memediasi Ricky dengan rekannya. Akhirnya keduanya sepakat berdamai.[acl]