Simeulue Masuk Dalam Daftar Penghilangan Hutan Alam

Ahmad | habadaily.com | 11 April 2018, 23:04 WIB
Simeulue Masuk Dalam Daftar Penghilangan Hutan Alam Manager Geographic Information System (GIS ) Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Agung Dwinurcahya. dan Data Deforestasi seluruh Provinsi Aceh | FOTO:HABADAILY.COM/AHMAD

HABADAILy.COM - Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), menerbitkan rilis terbaru edisi per 21 Februari 2018, Bahwa Kabupten Simeulue masuk dalam daftar Deforestasi atau Penghilangan Hutan Alam, dengan luas sekitar 215 hektar, sejak tahun 2016 hingga tahun 2017.

Sehingga dengan terjadi Deforestasi atau Penghilangan Hutan Alam tersebut dikhawatirkan akan mengancam kehidupan manusia dan spesies mahluk hidup lainnya yang ada di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue

"Simeulue masuk dalam daftar Deforestasi atau Penghilangan Hutan Alam, dengan luas sekitar 215 hektar dan ini bila tidak diantisipasi secara dini, dikhawatirkan akan mengancam rantai kehidupan manusia dan spesies lainya", kata Manager Geographic Information System (GIS ) Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Agung Dwinurcahya kepada habadaily.com. Rabu (10/4).

Dia juga menambahkan, perlu dipahami kalangan pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Simeulue, bahwa penghilangan hutan alam, tidak hanya pada kasus ilegal loging, juga termasuk perambahan untuk kebutuhan pembangunan akses jalan dikawasan hutan, juga itu termasuk salah satu kasus Deforestasi sehingga untuk pencegahannya dibutuhkan kepedulian, ketegasan.

"Disini perlu pemahaman kepada pemerintah dan masyarakat, Deforestasi itu bukan  hanya ilegal loging juga termasuk perambahan hutan yang diperuntukkan untuk akses pembangunan akses jalan dalam hutan, serta untuk pencegahannya butuh ketegasan dan kepedulian dari semua pihak, untuk menyelamatkan tutupan hutan di Kabupaten Simeulue", tegasnya.

Seentara itu, Erdi petugas Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Luan Lasikin Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh mengaku, Terjadinya Deforestasi yang dirilis HAKA, medio 21 Februari 2018 di Kabupaten Simeulue, dengan rincian luas areal hutan tahun 2016 sebanyak 107,267 hektar dan pada tahunn 2017 areal hutan menyusut menjadi 104, 053 atau sekitar 215 hektar, disebabkan lemahnya pengawasan dengan alasan adanya keterbatasan sarana prasana, minim anggaran dan serta personil pada instansi Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Luan Lasikin Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh.

"Perlu dimaklumi saat ini kita dari BPKH Luan Lasikin, ada keterbatasan personil dan anggaran, serta juga kita membutuhkan kepedulian dari masyarakat untuk menekan Deforestasi yang dirilis oleh Yayasan HAkA", katanya.

Kepala Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh Usman SP, bahwa selama ini tidak laporan adanya deforestasi di Simeulue yang kita terima, namun dengan adanya laporan dan rilis itu, akan kita identifikasi, serta juga sosialisasi pengenalan tutupan hutan dan program perhutanan sosial kepada masyarakat", katanya.