Masyarakat Simpang Mulia Tagih Janji PT.CKA Bangun Tebing

Redaksi | habadaily.com | 11 April 2018, 21:12 WIB
Masyarakat Simpang Mulia Tagih Janji PT.CKA Bangun Tebing Sejumlah masyarakat Gampong Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu,(11/4/2018), melarang aktivitas dua unit alat berat excavator (Beko) milik PT.Cipta Karya Aceh | FOTO: HABADAILY.COM/FAJRIZAL

HABADAILY.COM - Sejumlah masyarakat Gampong Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu,(11/4/2018), melarang aktivitas dua unit alat berat excavator (Beko) milik PT.Cipta Karya Aceh. Beko tersebut beroperasi dialiran sungai DAS Peusangan untuk mengambil pasir dan batu.

"Sudah dua bulan pihak PT CKA tidak membuat tebing sungai di sepanjang ekplorasi pasir dan batu sebagaimana sesuai perjanjian mereka (PT.CKA) kepada Masyarakat," kata kepala Desa Gampong Simpang Mulia Murtala (42). Rabu (11/04/2018).

Kata Murtala, Masyarakat juga menangih janji pihak PT Cipta Karya Aceh berjanji akan memberikan salinan surat copy izin pengerukan batu pasir yang dikeluarkan dinas terkait.

"Hingga sekarang salinan copy surat izin OP dari Propinsi dari dinas terkait belum dikasih untuk Masyarakat sebagai penganggan masyarakat," jelas Geuchik.

Hal yang sama diakui, Kaur Gampong Nazaruddin, bahwa pihak PT Cipta Karya Aceh sampai saat ini belum melunasi janji pembuatan tebing sungai sepanjang pengambilan batu dan pasir. Masyarakat masih menanggih janji yang disampaikan pihak PT CKA supaya segera direalisasi.

"Masyarakat kecewa terhadap PT CKA, hasil alam batu dan pasir desa kami diambil tapu tebing sungai belum dibuat. Masyarakat sudah beberapa kali menangih ke pihak PT CKA. Makanya hari ini kami larang alat berat untuk beroperasi," tegas Nazaruddin.

Sementara itu, Direktur utama perusahaan kontruksi PT.Cipta Karya Aceh (CKA) Ziurrahman melalui bidang pengawasan lapangan Mursal saat dimintai tanggapan. menjelaskan bahwa pihaknya sudah pernah membuat tebing sungai sepanjang 80 meter sebagaimana sesuai perjanji dengan masyarakat.

"Sudah pernah dibuat tebing waktu dulu, cuma karena deras air sungai, sudah dibawa air," aku Mursal.

Pihak PT CKA berjanji akan segera membuat kembali tebing sungai sesuai dengan perjanjian dengan masyarakat setempat. Pihak PT CKA membantah beko milik mereka disegel masyarakat melainkan hari ini mereka sengaja tidak bekerja dikarenakan untuk membuat tebing sungai.

“Kita tidak bekerja hari ini karena akan membuat tebing sungai dulu sesuai dengan permitaan masyarakat, jadi bukan tidak bekerja,” bantah Mursal.

Menyangkut dengan surat izin OP pihaknya mengaku, mereka sudah katongi namun persoalan dilapangan yang meminta surat hanya beberapa orang. Sementara Keuchik serta perangkat tidak meminta surat.

"Bukan tidak kami kasih salinan copy suratnya. Karena yang minta itu cuma beberapa orang. Bukan dari perangkat desa langsung,"jelas Mursal lagi.

Direktur utama perusahaan kontruksi PT Cipta Karya Aceh (CKA) Ziurrahman menambahkan pengambilan batu dan pasir yang dilakukan pihaknya di Simpang Mulia sudah mempunyai izin usaha pertambangan yang dikeluarkan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu dengan nomor:545/DPMPTSP/ /IUP-OP /2018 seluas 0,97 Ha. 

MAG:Fajrizal