Organisasi PGRI Bireuen Dinilai Fakum

Redaksi | habadaily.com | 11 April 2018, 20:40 WIB
Organisasi PGRI Bireuen Dinilai Fakum Guru SMP di Bireuen Asmudi | FOTO:HABADAILY.COM/FAUZAN

HABADAILY.COM - Organisasi Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bireuen, dinilai fakum.Pasalnya, organisasi para guru itu  tidak ada kegiatan atau terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pengurus PGRI Bireuen. 

"Organisasi Guru di Bireuen selama ini tidak bergerak dan fakum, tidak ada terobosan yang dilakukan oleh PGRI Bireuen,"Kata seorang Guru SMP di Bireuen Asmudi, salah seorang guru SMP di Bireuen kepada habadaily.com. Rabu (11/04/2018) di Bireuen.

Kata Asmudi, Organisasi Guru PGRI Bireuen, setiap bulan guru dikenakan biaya Rp.5000. Harusnya  PGRI bukan hanya menjadi tempat wadah tempat perkumpulan Guru saja. Tetapi untuk menampung aspirasi guru, sekaligus menindak lanjutin untuk meningkatkan kopetansi guru itu Sendiri. 

"Sejauh ini hanya sebatas dokumen saja PGRI di Bireuen. Tidak ada realisasi, bahkan PGRI Bireuen juga tidak berkantor dimana," jelas Asmudi. 

Ketua PGRI Bireuen Drs. Zainuddin secara terpisah kepada habadaily.com mengaku, pihaknya setiap enam bulan sekali selalu mengadakan rapat Evaluasi. 

"Rapat evaluasi setiap enam bulan, Kegiatan ini juga pernah melakukan pelatihan, seperti  seminar buku pada tahun 2017 lalu," akunya. 

Zainuddin menambahkan, keberadaan kantor PGRI yang dipimpinnya itu, sekarang ini yaitu, di ruangan Kerja Kepala Sekolah Dasar IT Muhammad diah Bireuen. 

"Kantor PGRI sekarang ini kita memakai Ruangan Kepala Sekolah Dasar Muhammad Diah tersebut. dengan ijin kepala sekolah," tegasnya.

MAG:FAUZAN