Tiga Bandar Togel Online Dibekuk Polisi di Simeulue

Ahmad | habadaily.com | 13 Februari 2018, 10:56 WIB
Tiga Bandar Togel Online Dibekuk Polisi di Simeulue Wakapolres Simeulue didampingi Kasatreskrim dan Kabagops Polres Simeulue pada gelar tersangka dan BB judi togel online di Mapolres Simeulue, Senin (12/02/2018) | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM -  Polisi Resor (Polres) Simeulue menangkap tiga tersangka yang diduga sebagai agen judi jenis togel online. Bersama mereka polisi turut mengamankan tiga unit handphone serta uang Rp 6,263 juta dari rekening tersangka pada salah satu bank di Kota Sinabang.

Ketiga bandar tersebut yakni inisial DA (52), AIS (38) dan ES (35). Ketiganya ditangkap tim Reskrim pada lokasi dan waktu yang berbeda. “Ketiga tersangka ini kita tangkap pada Kamis 8 Februari 2018, sekira pukul 22.30 WIB malam,” kata Wakapolres Simeulue, Kompol Rusman Sinaga, Senin 12 Februari 2018 di Mapolres setempat.

Wakapolres menjelaskan, ketiga tersangka yang diduga agen togel itu tercatat sebagai warga Kecamatan Simeulue Timur, Sinabang. Peran mereka dalam judi online ini berbeda-beda. Tersangka DA diduga sebagai agen, AIS sebagai pengumpul uang hasil penjualan, sedangkan ES bertugas sebagai tukang setor uang hasil penjualan togel.

"Awalnya informasi dari warga yang resah dengan aktivitas ketiga tersangka, maka kita lakukan pengintaian target, tanpa perlawanan tiga tersangka kita tangkap beserta BB uang sebanyak Rp 6.263.000,” ujar Wakapolres didampaingi kasat Reskrim Iptu Muhammad Khalil .SH dan Kabag Ops Kompol Syahral Handani.

Masih menurut Wakpolres, bisnis judi togel online dalam dua minggu para tersangka mampu meraup omzet hingga Rp.4 juta. Bandar togel dapat berinteraksi langsung secara online dengan bandar judi togel oline di tiga negara, Singapura, Hongkong dan Sidney Australia. Togel tersebut ada yang dimainkan atau dibuka siang hari juga ada siang hari.

Aktivitas ketiga TSK di Simeulue sudah berlangsung sekitar 6 bulan, dan atas perbuatannya ketiga pria yang telah berkeluarga dan satu orang masih berstatus lajang, dijerat Pasal Maisir, Qanun Syariat Islam, dengan ancaman hukuman cambuk 45 kali atau kurungan badan 45 bulan.

Kasus tersebut merupakan kasus perdana judi togel yang berhasil ditangkap polisi di Simeulue. Dikhawatirkan telah menarik dan diminati oleh warga untuk main judi togel online. "Kita sangat khawatir, dengan bisnis kita pelaku itu akan menarik minat warga ikut main judi togel online,” demikian ungkap Wakapolres dalam gelar tersangka dan BB tersebut. [jp]