Dibeli PNS Hingga Rp.12-27 juta

Tim Kantongi Identitas Dalang Pembuat Ijazah Palsu

Ahmad | habadaily.com | 08 Januari 2018, 23:00 WIB
Tim Kantongi Identitas Dalang Pembuat Ijazah Palsu ilustrasi

HABADAILY.COM – Pembuat sekaligus penjual ijazah palsu kepada sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) di Kabupten Simeulue akhirnya terkuak. Identitas pelakunya sudah dikantongi tim bentukan Pemkab dan disebut-sebut merupakan seorang ASN alias PNS.

Terungkapnya dalang ijazah palsu tersebut, setelah tim penyelidik yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Simeulue menemukan 13 oknum PNS terbukti memakai ijazah palsu jenjang starat satu (S-1) untuk kenaikan pangkat atau golongan. Ijazah tersebut dibeli para PNS ini dari si penjual yang nama hingga inisialnya masih dirahasikan, dengan harga antara Rp.12- 27 juta.

BACA:  Dugaan Ijazah Palsu Oknum PNS Simeulue 'Bunyi' Lagi

Bukan hanya mengungkap dalang dan harga beli ijazah, ke-13 oknum PNS yang sudah terbukti tersebut bahkan membocorkan informasi bahwa masih banyak oknum ASN lain yang juga menggunakan ijazah asli tapi palsu (aspal) untuk menjadi pegawai.  

"Dari 13 orang oknum ASN yang terbukti ini, mereka menyampaikan nama-nama oknum ASN lain yang gunakan ijazah palsu, termasuk memberitahu dalang atau pelaku utama penyedia ijazah palsu. Harga beli perijazah Rp.12 juta hingga Rp.27 juta persatu ijazah palsu," kata Kepala BKPSDM Kabupaten Simeulue, Ahmadliyah kepada media ini, Senin (08/01/2017).

Ditanya siapa nama dalang dan inisial para PNS atau ASN tersebut? Ahmadliyah mengatakan bukti kepemilikan dan penggunaan jjazah ke 13 oknum ASN sudah ada, namun masih harus perlu untuk konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Kemenpan serta BKN, sehingga nantinya Bupati Simeulue tidak salah dalam mengambil sikap.

"Ini rentetannya akan panjang, tentunya 13 oknum ASN yang terbukti berijazah palsu, merasa tidak terima dan menuntut oknum ASN lainnya yang juga memiliki dan gunakan ijazah palsu. Diperkirakan jumlahnya seratusan lebih. Bila ini kemudian diberi sanksi tegas kepada mereka, selain menambah angka pengangguran juga akan ada reaksi,” ujarnya.

Senada dengan Ahmadliyah juga disampaikan Sekda Simeulue, Naskah Bin Kamar. Kata Naskah, seluruh bukti-bukti dan surat pernyataan resmi dari perguruan tinggi dan dari oknum ASN sebagai pemilik ijazah sudah diserahkan dan disampaikan kepada bupati.  “Maka keputusan akhir ada di tangan pak bupati," kata Sekda ketika ditanya nama oknum ASN tersebut.

Tim penelusuran dan penyelidikan ijazah palsu telah melaksanakan tugas sesuai anjuran bupati Erly Hasim kepada publik melalui media massa, bahwa pada pemilik ijazah palsu ini akan diumumkan Desember 2017, sehingga pada waktu tim menyerahkan semua data valid hasil temuan.

Namun pada waktu itu belum disampaikan mungkin masih dirembuk ke pemerintah pusat oleh bupati. "jadi peran kita udah tuntas, kita sampaik pada batas memberikan hasil yang valid, dan kita tidak mungkin melangkahinya, sebab itu wewenang pimpinan kita," imbuhnya.[jp]