Pencari Lobster Ditemukan tak Bernyawa di Laut Teupah

Ahmad | habadaily.com | 07 Januari 2018, 00:56 WIB
Pencari Lobster Ditemukan tak Bernyawa di Laut Teupah Tim SAR Pos Simeulue membawa jasad korban (dalam bungkusan hitam) dari lokasi ditemukan dengan sped boat | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM – Salah seorang pencari lobster di Kabupaten Simeulue ditemukan tak bernyawa di kawasan laut dekat pantai Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat, Sabtu (06/01/2018). Korban bernama M. Fuqri (21) tersebut, dilaporkan hilang digulung ombak saat menyelam sehari sebelumnya.

Informasi dihimpun menyebutkan, pada hari Jumat 5 Januari 2018 sekira pukul 20.00 WIB malam korban bersama seorang rekannya Anto (32) yang sama-sama warga Desa Lasikin, Teupah Teungah turun melaut untuk menjalankan profesi mencari lobster.

Dengan menggunakan perahu mereka menuju ke Pulau Teupah yang berjarak sekitar 15 mil laut dari desa mereka. Sampai di sana memarkir perahu di pantai Pulau Teupah dan keduanya langsung pergi menyelam dengan membawa senter ke gugusan batu batu karang.   

Bagi pencari lobster di Simeulue, gugusan batu karang merupakan lokasi yang sangat strategis karena merupakan tempat berkembang biak obster. Cara mengambil lobster tersebut dengan menyenter ke bagian mata udang besar itu yang dilakukan pada malam hari.

Pada waktu keduanya penyelam di sela-sela gugusan batu sedalam tiga meter, tiba-tiba datang gelombang besar. Anto, rekan korban kemudian mengajak korban untuk istirahat sejenak dan naik ke daratan.  Bersamaan dengan ajakan Anto datang lagi sebuah ombak besar dan menggulung keduanya. Kedatangan obak besar itu membuat mereka terpisah.

"Setelah kami dihantam ombak, saya masih sempat melihat cahaya senter Furki (korban) dalam gulungan ombak. Saya berusaha mengejar untuk meraih senter itu. Biasanya senter, kami ikat di kepala namun senter milik Furki sudah lepas dari kepalanya,” kata Anto, kemarin.

“Itu terjadi sekitar jam 21:00 WIB yang situasinya mulai gelap. Saya mencoba mencari Furki tapi tidak saya temukan juga, sementara ombak tambah besar-besar. Saya kemudian mencoba meminta tolong sama warga di Pulau Teupah, namun tidak juga kami temukan,” tambahnya lagi.

Malam itu juga Anto kemudian melaporkan kehilangan korban (M. Furki) kepada warga desanya Lasikin dan diteruskan ke Tim SAR Pos Simeulue serta pihak kepolisian. Pada pagi hari Sabtu (06/01/2018) Tim SAR kemudian menuju ke TKP mencari korban.  

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan tak bernyawa dalam laut sedalam tiga meter, sekitar 100 meter dari lokasi korban menyelam. Dalam mencari keberadaan korban, pihak SAR turut dibantu oleh masyarakat dan sejumlah nelayan secara suka rela.

"Setelah ada laporan, kita langsung melakukan pemetaan TKP korban yang dinyatakan hilang. Dengan bibantu masyarakat sekira pukul 10:00 WIB, korban ditemukan dan langsung kita serahkan kepada pihak keluarganya,", kata Koordinator Pos SAR Simeulue, Rahmad Kenedi melalui Dantim Operasi Pencarian,  M. Irfan  didampingi Asdarmansyah Ketua Satgas SAR. [jp]