Paska Ricuh

Sabu Didapat Sipir Terlibat, Ini Jawaban Kalapas Lambaro

Redaksi | habadaily.com | 05 Januari 2018, 17:03 WIB
Sabu Didapat Sipir Terlibat, Ini Jawaban Kalapas Lambaro

HABADAILY.COM – Kerusuhan di Lapas Kelas II A Banda Aceh atau dikenal dengan Lapas Lambaro, Kamis 4 Januari 2018, telah membuka aib permainan sabu dalam Lapas tersebut. Bukan hanya temuan barang-bukti, dua Sipir diduga terlibat dan satu sudah ditahan polisi.

Menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombes T Saladin kondisi Lapas Lambaro dalam transaksi narkoba sangat parah. “Jaringan narkoba semua lengkap,  mereka juga memiliki bos dan lainnya serta orang yang memasarkan narkoba,” kata Kapolres, Jumat (05/01/2017).

BACA: Paska Ricuh 33 Napi Ditahan, Keluarga belum Diizinkan Besuk

Menanggapi temuan tersebut, Kalapas Endang Lintang mengatakan sebelum terjadinya kericuhan dirinya belum mengetahui adanya peredaran narkoba di Lapas yang ia pimpin. Apalagi, kata Endang, dirinya baru beberapa bulan bertugas di Lapas Kelas II A Banda Aceh tersebut.

“Kalau narkoba di sini bisa masuk bisa saja melalui petugas, bisa juga melalui pengujung. Ini kesempatan kita menertibkan itu. Saya tidak mundur setapakpun,” kata Endang pada wartawan.

Dikatakanya, aksi dilakukan warga binaan Lapas seperti kericuhan, merupakan tindakan menghalang petugas untuk mengetahui perbuatan mereka telah melangar aturan. “Untuk menutupi agar pelanggaran yang mereka lakukan tidak terbongkar, mereka melakukan ricuh,” jawabnya.

BACA: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kericuhan di Lapas Lambaro

Sebelumnya, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan, telah menahan 33 napi paska ricuh, kemarin. Mereka  diduga sebagai pelaku kericuhan, 14 diantaranya bahkan terlibat peredaran gelap narkoba dari dalam Lapas. Polisi juga baru menduga ada dua petugas yang bermain dalam kasus sabu dalam Lapas dan satu telah diamankan.

“Ada 33 orang kita amankan itu berdasarkan hasil peerkembangan, mereka ada yang terlibat kericuhan serta ada juga yang terlibat narkoba, hingga sekarang mereka itu sedang kita periksa secara intensif,” kata  T Saladin.[jp/Ab]