Jalan Provinsi di Simeulue

Panjang Jalan 130 Km, Setahun Diaspal 1,5 Km Kapan Siapnya?

Ahmad | habadaily.com | 07 Desember 2017, 11:21 WIB
Panjang Jalan 130 Km, Setahun Diaspal 1,5 Km Kapan Siapnya? Peta Pulau Simeulue

HABADAILY.COM - Tahun 2017 Pemerintah Aceh hanya menganggarkan dana untuk pengaspalan jalan lingkar Simeulue sepanjang 1,5 kilometer. Sementara panjang jalan provinsi keseluruhan 130 km lebih, maka jika dibagikan akan selesai dalam masa 120 tahun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simeulue, Ali Hasmi mengatakan, jalan lingkar Simeulue di bawah tanggung jawab Pemerintah Aceh. Jalan lingkas tersebut meliputi seluruh ruas jalan penghubung antar kecamatan yang ada di Kabupaten Simeulue.

"Hanya sepanjang 1,5 kilometer tahun ini yang dibangun dan diaspal ruas badan jalan provinsi yang ada di Kabupaten Simeulue, padahal ruas jalan sepanjang lebih dari 130 kilometer,” katanya, kemarin.

Apabila tiap tahunnya hanya 1,5 kilometer yang diaspal, maka butuh waktu sekitar 120 tahun baru semua jalan di Simeulue dilapisi aspal. Sementara PU setempat mengajukan program aspal pertahunya minimal 20 kilometer plus perbaikan maupun pembangunan jembatan pada ruas jalan.

‎Sedangkan jalan nasional atau APBN di Simeulue juga belum maksimal ditangani pemerinah pusat meliputi, jalan dari Kota Sinabang Simeulue Timur, Teupah Tengah, Teupah Barat, Simeulue Tengah, Simeulue Cut dan sebahagian di Kecamatan Salang.

‎Jalan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Simeulue, yakni ruas jalan Teupah Selatan, selanjutnya ruas jalan umum yang ada di pemukiman di setiap kecamatan serta akses jalan elak (lorong) yang setiap tahunnya telah masuk dalam skala prioritas pemerintah setempat.

Terkait hanya 1,5 kilometer jalan provinsi yang dibangun Pemerintah Aceh, menuai kritikan dari aktivis di Aceh. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh, diangga tidak ada keseriusan dan terkesan program pembangunan daerah tiri dan pembangunan daerah kandung.

"Kesannya program pembangunan untuk daerah khususnya di Simeulue oleh Pemerintah Aceh dan DPR Aceh, seperti ada daerah tiri dan ada daerah kandung. Pembangunan jalan yang hanya 1,5 kilometer untuk tahun 2017 adalah salah satu contohnya,” kata Adhi Warsah, Ketua Umum LP-RI Aceh di Sinabang.

Adi Warsah menilai,Pemerintah Kabupaten Simeulue dan DPRK setempat juga kurang aktif, karena bekerja hanya sekedar mengajukan setiap programnya, tetapi tidak melakukan komunikasi dan lobi-lobi memadai dengan pihak Pemerintah Aceh, DPR Aceh, Pemerintah Pusat dan DPR RI, serta juga peran Partai Politik‎ harus terlibat untuk pembangunan di Simeulue.

Adapaun jalan yang dibangun Otsus APBA tahun 2017 di Simeulue, pengaspalan ruas jalan Sinabang - Sibigo, senilai Rp 4.656 miliar sepanjang 1,4 KM dan lebar 6 meter. Saat ini dalam pekerjaan dengan rekanan pelaksana PT Juni Karya Jaya, Nomor kontrak kerja 53-AC/BANG/PUPR/APBA/2017.[jp]