Air Surut, Korban Banjir di Pidie Bersih-bersih Rumah

Kon.Rudi | habadaily.com | 05 Desember 2017, 19:07 WIB
Air Surut, Korban Banjir di Pidie Bersih-bersih Rumah Korban banjir di Pidie bersih-bersih rumah, Selasa (05/12/2017) | Rudi | Habadaily.com

HABADAILYCOM – Setelah beberapa hari ratusan rumah pada sejumlah gampong di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie terendam banjir, pada Selasa (05/12/2017) , air tampak sudah surut. Para pemilik mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan bekas banjir.

“Air sudah surut, nanum kondisi perkarangan rumah masih basah, sebab cuaca masih belum cerah,” kata Muhammad Nasir warga Cot Rheng.

Menurutnya, banjir yang merendam kawasan perkampungan mereka surut sejak Senin, 4 Desember pagi.  Air surut secara perlahan-lahan hingga air yang menggenangi rumah warga kini sudah kering. Sebelumnya banjir sempat rumah mereka hinggaketinggian air mencapai satu meter.

Warga yang sebelumnya panik memindahkan barang akibat banjir, saat ini juga mulai merapikan kembali barang-barang mereka, seperti kasur tempat tidur dan lain sebagainya.

“Sejak banjir surut aktivitas warga mulai membersihkan sisa lumpur yang ada di dalam rumah. Kemudian menata barang-barang kembali yang sudah berserak akibat tergenang banjir,” ujarnya.

Begitu juga di Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, warga yang sebelumnya sempat mengunsi ke tempat pengungsian disediakan pemerintah setempatdan meunasah juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

“Kondisi sementara air sudah surut, warga juga sudah mulai meninggalkan tenda pengunsian dan kembali kerumah masing-masing,” kata Keuchik Gampong Asan Muhammad Nur.

Ia menambahkan, banjir susulan yang terjadi di permukiman warga sempat merendam sekitar 280  rumah selama empat hari. Banjir lambat surut disebabkan beradu dengan pasang purnama, karena daerah mereka dekat dengan laut.

BACA: Banjir di Sigli belum Surut, Tagana Kerahkan Perahu Karet Evakuasi Warga

Meski demikian kondisi banjir yang melanda kabupaten pidie saat ini belum dapat di pastikan kondusif,  karena cuaca juga masih mendung sehingga dikwatirkan akan terjadi hujan lagi.

“Ini banjir tahunan, jadi selain curah hujan yang lebat banjir juga disebabkan luapan air sungai dan pasang purnama di daerah kami,” jelasnya.

Pantauan habadaily.com arus tranportasi yang sebelumnya sulit di lalui warga akibat genangan air yang tinggi di beberapa ruas jalan, namun kini terlihat sudah bisa di lalui dengan normal, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Seperti diketahui banjir yang terjadi di Kabupaten Pidie yang merendam ratusan rumah warga di beberapa gampong di sejumlah kecamatan, juga telah menelan satu orang korban jiwa.

Korban bernama Muhammad Khadafi bocah berusia 4,5 tahun warga Bucue, Kecamatan Sakti, meninggal dunia setelah terseret arus banjir dan ditemukan sekitar 100 meter dari tempat kejadian dengan kondisi tidak bernyawa. [jp]