Habadaily.com

Dua Pasutri Hilang di Perairan Simeulue

Habadaily.com
10:58 WIB
Dua Pasutri Hilang di Perairan Simeulue

HABADAILY.COM - Dua pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Ujung Harapan, Kecamatan Simeulue Barat dalam pencarian Tim SAR Kabupaten Simeulue sejak, Rabu (06/09/2017). Mereka dilaporkan menghilang di perairan Simeulue saat hendak pulang ke desa asal memakai speed boat  dari kota Sinabang.

Kedua Pasutri itu yakni Amir Hasan (60) dan istrinya Maidar (55), Hasan Sani (60) serta istrinya Safrani (55). Keempatnya merupakan warga Desa Ujung harapan, Simeulue Barat yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Sinabang.

Informasi dihimpun menyebutkan, pada hari Minggu (03/09/2017), sekira pukul 13.30 WIB, keempat korban bertolak dari Kota Sinabang memakai speed boat menuju ke kampung mereka. Namun demikian, hingga Selasa (05/09/2017) mereka tak kunjung sampai ke rumah.

Juslan (35), anak dari korban hilang pasangan Amir Sani dan Maidar kemudian mencoba mencari tahu keberadaan kedua orang tuanya. Namun tak kunjung ditemukan.

"Malamnya saya melaporkan kejadian ini ke pihak BPBD Simeulue , BPBD kemudian menyarankan saya ke Tim SAR. Barulah besoknya atau hari ini Tim SAR melakukan pencarian," kata Juslan di Pelabuhan Sibigo, Rabu (06/09/2017).

Tim SAR Simeulue selanjutnya  mengerahkan tim pencarian dengan meggunakan sea rider yang melibatkan keluarga korban, dengan penyisiran wilayah perairan laut, Kecamatan Simeulue Timur, Teluk Dalam dan Kecamatan Simeulue Barat.

“Saat ini sudah dilakukan operasi pencarian terhadap empat warga yang diduga hilang dalut," kata Rahmat Kenedi, Korpos SAR Simeulue.

Rahmat Kenedi menjelaskan, cuaca di Kabupaten Simeulue sekarang cenderung ekstrim dan sering hujan deras, angin kencang dengan ketinggian gelombang laut mencapai dua meter, dengan jarak pandang di laut sekitar 200 meter.

Sementara Juslanudin, anak kandung dari Amir Saidin menambahkan, orang tuanya itu berangkat dari Kota Sinabang, dengan menggunakan perahu bermesin robin, dari salah satu pelabuhan nelayan yang ada diteluk Sinabang, menuju Desa Ujung Harapan.

Menurut perhitungan perjalanan laut, hanya butuh waktu sekitar 7 jam, telah sampai di Desa Ujung Harapan, atau paling telat dengan pertimbangan cuaca, namun mestinya sekitar Selasa (05/09/2017), telah berada di kampung halamannya.

Dia juga mengaku, sempat mengantar orang tuanya saat naik perahu tanpa alat penyeimbang atau peredam ombak pada kiri kanan perahu, dan pada saat itu orang tuanya memakai baju lengan panjang jenis batik dan tidak memiliki firasat apapun.

"Tidak ada firasat apapun, tapi malam selasa, saya lihat empat penumpang perahu, mendayung semua", ungkap Jusliadin

Dia juga mengaku khawatir dengan kondisi perahu yang ditumpangi orang tuanya, yang telah banyak tambalan dan tanpa cat, sehingga menyulitkan dirinya yang ikut dalam tim pencarian dilaut bersama SAR Simeulue.

Baru kemudian keempat korban berhasil ditemukan oleh petugas tadi malam. Mereka ditemukan di Teluk Layabaung. Petugas pun langsung menuju ke lokasi tersebut untuk memastikan keberadaan korban.[acl]

Habadaily.com