Apresiasi Kepada Komunitas Photografer Aceh To Day

Redaksi | habadaily.com | 21 Desember 2017, 12:12 WIB
Apresiasi Kepada Komunitas Photografer Aceh To Day Masyarakat berfoto di acara Aceh To Day 2017 di Museum Tsunami Aceh - foto Habadaily.com/Hendrik

HABADAILY.COM – Pemerintah Aceh mengapresiasi pameran poto bersama yang diselenggarakan oleh lintas komunitas photografi. Karya-karya dari ujung lensa para photografer diyakini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjalin semangat kebersamaan untuk suksesnya pembangunan Aceh di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat membuka secara resmi Pameran Photo Bersama Lintas Komunitas dan Lintas Profesi. Kegiatan yang mengangkat tema Aceh To Day itu dipusatkan di Museum Tsunami Aceh, Rabu (20/12/2017).

“Terima kasih kepada photografer Aceh yang terlibat dalam pameran ini. Semoga pesan moral yang disampaikan pada pameran ini dapat diterima oleh masyarakat kita, sehingga masyarakat Aceh semakin memahami pentingnya kebersamaan dalam mendukung suksesnya pembangunan di daerah ini,” ujar Wagub.

Tak semata menunjukkan kualitas seni photografi yang dimiliki para photografer Aceh, lebih dari itu, pameran ini diyakini sarat dengan pesan moral untuk disampaikan kepada masyarakat, di antaranya sebagai sarana saling mengingatkan bahwa bencana besar pernah memporak porandakan Bumi Serambi Mekah.

“Namun dengan semangat pantang menyerah Aceh terus berbenah sehingga akhirnya mengalami kemajuan pesat seperti yang kita rasakan sekarang ini.”

Selain itu, pameran poto dapat memberi pemahaman tentang kebencanaan dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena Aceh merupakan daerah yang berada dalam kawasan ring of fire, sehingga sangat rawan bencana.

“Meski demikian, kita jangan trauma atau selalu dicekam ketakutan. Pengetahuan yang baik tentang masalah kebencanaan tentu akan dapat membantu kita untuk memahami cara-cara terbaik dalam penanggulangan bencana.”

Pameran poto juga dianggap sebagai sarana yang sangat tepat untuk melihat kemajuan yang dicapai Aceh dalam kurun 13 tahun terakhir.

“Kemajuan ini tentu tidak tentu tidak bisa dilepaskan dari solidaritas yang ditunjukkan dunia. Hasil jepretan photografer Aceh tentu mengingatkan kita untuk terus memperkuat semangat solidaritas ini, sehingga kita dapat berbagi dan saling bekerjasama untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana.”

Pelaksanaan pameran poto ini diharapkan dapat menyampaikan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung gerak pembanguan di Aceh. Partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan diyakini mampu menghasilkan pembangunan yang baik.

“Hal terakhir dan yang paling penting adalah agar kita senantiasa ingat kepada Allah. Karena Allah lah yang menyusun skenario kehidupan kita. Oleh sebab itu ketaqwaan kepada Allah harus kita tingkatkan.”

Setelah 13 tahun Tsunami Aceh hari ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan Aceh masa lalu, yang berisi berbagai kenangan dan cobaan. Salah satu ingatan yang membayang dalam benak masyarakat Aceh adalah bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 13 tahun silam.

Peristiwa itu merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia  dengan  jumlah korban yang sangat banyak, mencapai 200 ribu orang. Gelombang raya tsunami itu bahkan berimbas ke negara-negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Sri Langka dan India.

Melihat kerusakan yang diakibatkan tsunami, sulit membayangkan Aceh bisa bangkit dalam waktu singkat. Namun berkat kuatnya solidaritas internasional, dukungan untuk Aceh terus mengalir, sehingga dalam waktu empat tahun, berbagai perbaikan telah tampak di Bumi Serambi Mekah.

Sekarang, setelah 13 tahun tsunami, pembangunan Aceh semakin menunjukkan progres mengagumkan. Mereka yang tidak tahu tentang cerita tentang tsunami Aceh tentu akan sulit percaya bahwa Aceh pernah mengalami kerusakan yang amat parah akibat bencana.

“Beruntung  ketajaman mata lensa teman-teman photografer telah merekam semua perkembangan yang terjadi di Aceh selama ini. Dari hasil bidikan lensa kamera para photografer ini, masyarakat dapat mengetahui dinamika  pembangunan Aceh dari waktu ke waktu.

Di sinilah kita dapat memahami betapa pentingnya peran para photografer dalam mengabadikan berbagai momen bersejarah yang ada di sekitar kita,” ungkap Kadis Kebudayaan dan Pariwisata.(Rel)