Warga Kurang Mampu Kembang Tanjung Dapat Gas Elpiji Gratis

Kon.Rudi | habadaily.com | 07 Desember 2017, 16:23 WIB
Warga Kurang Mampu Kembang Tanjung Dapat Gas Elpiji Gratis Warga kurang mampu di Gampong Rueng-rueng, Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie mendapat gal elipiji 3 kg gratis, Kamis (07/12/2017). Gas tersebut diserahkan oleh Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) wilayah Aceh.| Rudi | Habadaily.com

HABADAILY.COM- Warga kurang mampu di Gampong Rueng-rueng, Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie mendapat gal elipiji 3 kg gratis, Kamis (07/12/2017). Gas tersebut diserahkan oleh Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) wilayah Aceh.

Aksi peduli sosial IPI ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat miskin, sekaligus menyahuti kelangkaan gas elpiji 3 kg, yang selama ini mulai terjadi di Kabupaten Pidie. Sejak sepekan terakhir warga Kabupaten Pidie umumnya, kesulitan mendapat gas elpiji. Sehingga harus mencari gas elpiji di tempat pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga ditetapkan pemerintah.

“Ini progam sosial untuk membantu masyarakat miskin, terutama kepada masyarakat yang melakukan kenduri maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu 10 Desember 2017 mendatang di gampong ini," kata Ketua IPI Provinsi Aceh, Sayed Abdullah kepada Habadaily.com, Kamis (07/12/2017).

Aksi pembagian gas elpiji gratis itu di pusatkan pada pangkalan gas elpiji, di komplek Pondok Pesantren Tgk Chik di Reung-Reung. Masyarakat setempat terlihat sangat antusias mengambil gas elpiji melon tersebut sambil membawa tabung gas yang kosong untuk menukarnya.

Pihak penyelenggara selaku pemilik pangkalan, Sayed Abdullah, menyediakan sekitar seratus tabung gas lebih untuk dibagikan kepada masyarakat tanpa di pungut biaya. Ia berharap dengan adanya program tersebut dapat meringankan masyarakat miskin, dan mengurangi beban untuk mencari gas elpiji yang selama ini mulai terjadi kelangkaan.

“Jumlah gas elpiji yang kita sediakan mencapai 111 tabung untuk kita salurkan kepada masyarakat miskin. Hal itu disebabkan pasokan gas untuk pangkalan kita terbatas,” sebut Sayed.

Ia menduga selama ini adanya terjadi penimbunan gas elpiji ukuran 3 kg oleh pihak yang bermain kemudian di salurkan kepada pengecer untuk di jual dengan harga yang melambung tinggi, sehingga gas tersebut sulit di dapat oleh masyarakat di pangkalan-pangkalan gas.[jp]