Gratis, Milik Pemerintah Aceh

Anak Anda Autis? Bawa ke Klinik Malikul Saleh, Lamlagang

Redaksi | habadaily.com | 07 Desember 2017, 13:00 WIB
Anak Anda Autis? Bawa ke Klinik Malikul Saleh, Lamlagang Lounching Klinik Autis Malikus Saleh, milik Pemerintah Aceh | Ist

HABADAILY.COM – Dalam program Aceh Carong, Pemerintah Aceh turut menyiapkan beberapa pusat kesehatan yang sebelumnya belum ada. Salah satunya, pusat pelayanan penyakit autis bagi anak Aceh yaitu Klinik Malikul Saleh, Lamlagang, Banda Aceh.

Klinik dengan sistem terapi ini diresmikan Pemerintah Aceh, Rabu 6 Desember 2017 yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Penyakit autis adalah, gangguan perkembangan pada seseorang dalam hal sosialisasi, komunikasi danjuga perilaku. Umumnya anak di bawah 18 tahun.

“Penderita autis kesulitan berhubungan dengan orang lain, suka mengisolasi diri, dan memiliki perilaku yang tidak biasa,” kata Wagub Nova pada peresmian klinik tersebut.

Diakuinya, belum data akurat jumlah anak yang menderita autis di Indonesia. Namun para ahli memastikan bahwa penderita autisme ini mengalami kenaikan pesat dari tahun ketahun, termasuk di Aceh, hal itu mendorong Pemerintah Aceh untuk menghadirkan pusat layanan khusu di Aceh.

Dengan harapan agar anak-anak dengan autis Aceh dapat ditanganu sejak sejak dini, lebih intensif dan terfokus sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, dan saat dewasa nanti mereka dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik.

"Perludi pahami, autis ini bukanlah penyakit. Autis pada dasarnya merupakan semacam gangguan yang bukan tidak bisa disembuhkan. Dengan sistem terapi intensif dan terpadu, anak-anak yang mengalami autism bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti yang lainnya," katanya.

Salah satu bentuk terapi ideal, tambah Wagub, dengan menerapkan konsep Applied Behavior Analysis atau ABA yang sudah berhasil diterapkan di negara-negara maju. Terapi ABA ini diberikan intense fselama 40 jam per minggu dalam duata hun.

Hasil penelitian menunjukkan, terapi ini mampu memberikan peningkatan yang besar pada penyandangnya. Terapi ini kemudian dilengkapi pula dengan diet makanan tertentu untuk menjaga kondisi kesehatan anak.

"Alhamdulillah, di Aceh kita telah memiliki beberapa ahli yang paham dalam menangani kasus autism ini. Para ahli itulah yang nantinya bekerja di pusat layanan autis Aceh ini untuk memberikan terapi kepada anak-anak yang membutuhkan penanganan intensif."

Layanan terapi tersebut, lanjut Wagub, akan diberikan secara gratis untuk penderita sampai usia di bawah 18 tahun. Kepada masyarakat yang memiliki anak autisme, dipersilakan membawahnya ke pusat layanan ini untuk mendapatkan terapi dari para terapis yang telah disediakan.

"Dengan demikian, kita berharap Generasi Aceh Carong sebagai manavisi Pemerintah Aceh, semakin dapat kita wujudkan," ujar Wagub. [jp/rel]