Air, Listrik dan Sampah Masih jadi Keluhan, Aminullah Menjawab

Redaksi | habadaily.com | 13 November 2017, 16:08 WIB
Air, Listrik dan Sampah Masih jadi Keluhan, Aminullah Menjawab Coffe morning Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh bersama Forkopimda dan warga setempat di Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (13/11/2017) pagi | IST

HABADAILY.COM – Persoalan air bersih, listrik dan sampah masih menjadi keluhan utama warga Banda Aceh. Sehingga persoalan ini menjadi topik utama yang dibahas dalam coffe morning  yang digelar Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Wakilnya  Zainal Arifin berswa warga Banda Aceh di Pendopo Waki Kota setempat, Senin (13/11/2017).

Seperti Muslizar, seorang warga Kampung Pineung. Kepada Walikota, Ia menanyakan tentang isu kenaikan tariff air bersih.  Aminullah kemudian menjawab, bahwa Pemko dan DPRK bersama dengan PDAM akan melakukan pembahasan kembali soal tarif air ini.

Menurut  Aminullah, sudah sembilan tahun tarif air tidak pernah naik. Tapi kita akan bahas lagi apakah tarif yang sekarang sudah sesuai atau perlu disesuaikan kembali. “Untuk menghadirkan layanan air bersih yang baik memang dibutuhkan investasi,” ujar Aminullah.

 Menurut Aminullah, apapun kebijakan nantinya yang diambil pada dasarnya Pemko akan melihat keseimbangan dan tidak akan memberatkan warga kota. “Tidak ada niat kita untuk memberatkan warga, akan kita bahas kembali termasuk dengan Forkompimda,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Walikota juga menghadirkan langsung Dirut PDAM Tirta Daroy T Novrizal Aiyub SE Ak dan Sekretaris DLHKKK Mirzayanto. Mereka juga ikut memberikan jawaban teknis dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan warga.

Bahkan tentang keluhan air bersih ini Aminullah dan Zainal Arifin telah menyediakan  nomor telefon yang bisa dihubungi.  (0651) 6300341 dan juga bisa mengirimkan SMS ke nomor 08116888945.

Sedangkan soal keluhan listrik langsung ditanggapi Wakil Walikota Zainal Airifin.  Kata dia, Pemko telah mencoba membangun kerjasama dengan pihak Norwegia terkait pengolahan sampah yang kemudian bisa menghasilkan listrik hingga 10 MW.

“Kita sudah pelajari MoU-nya, pihak Norwegia meminta kita menyediakan sampah sebanyak 500 ton sehari. Sampah itu nantinya diolah sedemikian rupa dan dapat menghasilkan listrik 10 MW. Saya pikir ini sangat menguntungkan kita dimana persoalan sampah akan teratasi sekaligus persoalan kekurangan daya listrik yang selama ini dirasakan warga kota,” ungkap Zainal Arifin.

Terkait dengan penanganan sampah, Aminullah menambahkan, Pemko telah berkomitmen menghadirkan Banda Aceh yang bersih dan sehat.  Sudah ada program penanganan jangka pendek untuk menangani persoalan samapah, seperti program patrol sampah, polisi sampah dan call center untuk menerima laporan langsung dari warga.

Menurutnya,  program tersebut sedikitnya sudah mampu memberi solusi jangka pendek bagi kebersihan kota Banda Aceh. Kemudian Aminullah juga membeberkan pihaknya terus berpikir keras mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah.

Penegakkan Hukum

Tentang penegakkan hukum di Banda Aceh ditanggapi oleh Kapolresta Kombes Pol T. Saladin yang turut hadir dalam acara itu. Ia menyarankan agar Pemko dapat memanfaatkan IT dengan memasang CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas dan berbagai kegiatan lain di kota Banda Aceh.

“Agar perumahan dan pusat-pusat bisnis dapat pula memasang CCTV yang dapat memantau setiap kegiatan/kejadian, dan bilamana terjadi hal yang mungkin tidak kita harapkan maka dapat dijadikan salah satu alat bukti,” ujar T Saladin.

Sementara Kajari Banda Aceh memberikan masukan terkait kemungkinan kerjasama antara Pemko dengan Kejari Banda Aceh dalam hal pemungutan tunggakan retribusi air bersih ataupun retribusi lainnya.  “Kita membuka peluang lanjutan kerjasama antara Pemko dan Kejari terkait Tim Pengawal dan  Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D),” kata Kajari  Erwin Desman.

Mereka yang yang hadir pada acara itu yaitu Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Saladin SH, Ketua DPRK Arif Fadillah dan anggota DPRK Banda Aceh, Kajari Banda Aceh Erwin Desman, unsur KODIM 0101/BS serta para Kepala SKPK jajaran Pemko Banda Aceh.[jp/rel]