Habadaily.com

Mahasiswa Ikut Pelatihan Jurnalistik

Habadaily.com
20:58 WIB
Mahasiswa Ikut Pelatihan Jurnalistik
Zuhri Noviandi saat menyampaikan materi di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Minggu (08/10/2017). Foto: Irfan Aulia

HABADAILY.COM - Sekitar 40-an mahasiswa di Banda Aceh mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang dihelat Unit Kegiatan pers Mahasiswa Sumberpost UIN Ar-Raniry, Minggu (08/10/2017) di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry.

Pelatihan yang bertujuan untuk memberi pemahaman mengenai kegiatan jurnalistik tersebut dimulai sejak pagi hingga sore. Targetnya, kata Ketua panitia, Ardy, peserta bisa jadi pembaca berita yang cerdas, dan mengetahui dasar jurnalistik.

Panitia mengundang tiga pembicara dalam pelatihan itu, yaitu Afifuddin Acal dari merdeka.com yang juga Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Zuhri Noviandi dari mediaaceh.co, dan Heri Juanda dari AP Images.

Afifuddin mengulas tentang Kode Etik Jurnalistik. Menurut paparannya, ada banyak orang menjadi wartawan abal-abal karena bekerja tidak mengikuti kaedah jurnalistik, seperti tidak boleh terima suap dan membuat berita tanpa melakukan proses verifikasi.

"Verifikasi itu hal penting dalam jurnalistik. Dulu, wartawan dipercaya beritanya karena ketat dalam verifikasi," ujarnya kepada peserta. Di zaman banjir informasi ini, kata Afif, wartawan abal-abal kerap tidak melakukan verifikasi atas informasi yang didapatnya, misal dari media sosial. Afif juga mencontohkan beberapa kasus pelanggaran etika jurnalistik.

Sedang Zuhri menyampaikan materi penulisan Straight News. Sebelum memulai materinya, Zuhri meminta setiap peserta menulis judul tentang pelatihan tersebut. Setelah itu, ia lanjut dengan materi berita, jenis berita, unsur dan langkah reportasi, macam-macam lead, dan lainnya.

Setiap orang punya pandangan yang berbeda dalam membuat berita. Karenanya meski ada banyak wartawan yang meliput satu kegiatan, isi beritanya berbeda. Dia lantas membaca judul-judul berita yang dibuat tadi.

"Ini gak ada yang sama kan? Jadi sebenarnya untuk milih sudut pandang berita itu nggak sulit," jelasnya seraya meminta peserta tidak perlu takut dalam mengeksplorasi sudut pandang berita karena setiap orang punya perspektif berbeda.

Heri Juanda menyampaikan materi foto jurnalistik melalui layar proyektor. Ia menggunakan foto-fotonya sendiri dalam menjelaskan materinya, tentang foto jurnalistik, jenis-jenisnya, elemen dalam foto, hingga penulisan keterangan foto.

Mengutip seorang pekerja di Majalah Life, Heri Juanda menyampaikan, penulisan caption foto juga tidak kalah penting dalam foto jurnalistik. Ia lantas memperlihatkan foto anak-anak bersama orang tua duduk di belakang mobil bak terbuka. Tidak ada keterangan apapun dalam foto itu.

"Coba lihat foto ini, kalian tahu apa maksudnya?" tanya pria yang akrab disapa Herju ini. Peserta mencoba menjawab dengan nada bingung.

"Itu foto orang yang bersiap-siap mengungsi usai gempa di Aceh tahun 2010. Kalau tidak ada keterangan foto, kita bingung apa maksud foto itu."

Ketua Sumberpost, Muhammad Fadhil menyebutkan, pelatihan jurnalistik tingkat dasar merupakan agenda tahunan UKPM Sumberpost. Mulai tahun lalu, kegiatan itu dibuat untuk umum.

Habadaily.com