Habadaily.com

Pupuk Langka, Petani di Aceh Besar Resah

Habadaily.com
16:56 WIB
Pupuk Langka, Petani di Aceh Besar Resah
Seorang petani sedang berada di sawahnya di kawasan Aceh Besar | Habadaily.com

HABADAILY.COM - Padi milik petani di Kabupaten Aceh Besar masa tanam 2016/2017 sudah memasuki masa pemupukan. Namun banyak padi petani yang belum mendapatkan pupuk karena dalam tiga pekan terakhir terjadi kelangkaan pupuk di tingkat pedagang wilayah itu.

Kelangkaan pupuk jenis urea dan ponska ini membuat sejumlah petani menjadi gelisah, karena apabila padi mereka tidak kena pupuk dikhawatirkan akan berpengaruh besar pada penghasilan mereka saat panen nantinya. 

“Sudah tiga minggu ini kami merasakan kelangkaan pupuk, sejak itu kami secara rutin memantau kios yang pupuk. Sebagian padi kita yang belum kena pupuk,” kata seorang Petani Kuta Cot Glie, Aceh besar, Bayah (38), Kamis (12/01/2017). 

Zubir (50) seorang petani lainnya menambahkan, pupuk yang mengalami kelangkaan ini adalah jenis ponska.Setiap hari banyak petani kedatangan pupuk itu di toko-toko pupuk di Aceh Besar. Meski selama ini terjadi kelangkaan, namun untuk pupuk jenis ponska ini harganya per karung berisi 50 kg masih normal antara Rp160.000, dan urea Rp120.000.

“Pupuk yang ada sekarang tidak cukup untuk semua petani, sehingga kalau kita pesan 100 Kg ada cuma ada 50 Kg, iya walau tak cukup kita cukupkan untuk sementara,” katanya.  

Menurutnya, pembelian pupuk mereka lakukan dengan cara kredit. Semua utang-piutang akan dibayarkan setelah selesai panen. "Karena sistem kredit sehingga kita harus menunggu kedatangan pupuk di toko tempat berlangganan," ujarnya.

Sementara Sabariah (35), seorang pedangang pupuk di Aceh Besar mengatakan, pupuk di kawasan itu menjadi langka karena penanaman padi serentak. Bahkan penanaman serentah tersebut terjadi di seluruh Aceh. Sehingga kebutuhan pupuk di Aceh tinggi. 

“Biasanya untuk kebutuhan di kecamatan ini 100 ton untuk tanaman padi yang ada irigasi, tapi kali ini padi yang tidak ada irigasi juga menanam bersamaan dengan yang ada irigasi. Makanya kebutuhan pupuk meningkat dua kali lipat,” jelasnya.[jp]

Habadaily.com