Hasil Panen Padi di Pidie Merosot Harga Jual juga Menurun

Rudi | habadaily.com | 08 Februari 2018, 20:19 WIB
Hasil Panen Padi di Pidie Merosot Harga Jual juga Menurun Sejumlah petani di Kabupaten Pidie memikul padi dari sawahnya, Kamis (08/02/2018). Hasil padi di Pidie tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. | Rudi | Habadaily.com

HABADAILY.COM- Petani padi di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Pidie, mulai panen raya pada pekan pertama Februari 2018. Namun hasil panen kali ini menurun dari tahun sebelumnya, karena diserang hama jenis wereng dan kresek.

“Tahun ini panen padi kurang maksimal, hasil panen di perkirakan menurun hingga dua puluh persen,” kata Sofya Ali, petani di Kecamatan Peukan Baro, Kamis (08/02/2018).

Musim panen padi di Kabupaten Pidie pada tahun ini tidak serentak. Sebagian petani sudah mulai panen, seperti di Kecamatan Peukan Baro, Indrajaya, Mutiara, dan Tangse. Sementara di Kecamatan Padang Tiji, usia padi masih tergolong muda.

Petani setempat mengaku hasil panen padi kali ini rata-rata di bawah standar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Merosotnya hasil panen tahun ini akibat tanaman padi milik petani diserang hama wereng saat memasuki musim panen.

“Di tempat kita pas memasuki musim panen tanaman padi di serang penyakit, daun padi mulai kering sehingga berdampak pada bulir padi,” ujarnya.

Sebelumnya petani juga sudah berusaha untuk memberantas penyakit hama wereng maupun kresek, dengan cara menyomprot tanam padi hingga beberapa kali menggunakan obat racun pembasmi hama, namun hal tersebut tak membuahkan hasil.

Selain itu kurangnya maksimal hasil panen petani juga disebabkan terjadinya kelangkaan pupuk saat musim tanam. “Kelangkaan pupuk juga menjadi persoalan kemarin, sehingga tanaman padi kurang bagus,” ungkapnya.

Sementara itu hasil panen gabah milik petani saat ini dijual seharga Rp. 5.300 rupiah perkilo gram. Harga tersebut menurun dibandingkan dengan harga sebelum panen yang berkisar pada 5.700 rupiah perkilogram. [jp]