PKA 7 Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Redaksi | habadaily.com | 21 Desember 2017, 12:00 WIB
PKA 7 Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Rakyat PKA 7 Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Rakyat - Habadaily.com- IST

HABADAILY.COM – Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 tahun 2018 diharapkan menjadi acara yang  berbeda dari PKA sebelumnya.  Maka PKA 7 harus dibuat sebaik mungkin dan tidak biasa. Rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo. PKA 7 akan berlangsung sejak tanggal 5 hingga 15 Agustus 2018.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat memimpin rapat persiapan PKA 7, dengan Tim Komite Persiapan PKA 7 dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, di Ruang Rapat Disbudpar Aceh, Rabu (20/12/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menghimbau agar tema yang telah dirumuskan oleh Komite Persiapan PKA 7 karena sesuai dengan salah satu program Pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Meuadab.

“Saya sepakat temanya, ‘Revitaliasi Budaya Aceh yang Islami’ tapi harus masuk ke semua aspek. Bagaimana menghadirkan etos kerja yang islami, kebersihan, kedisiplinan dan lain sebagainya,” imbuh Nova.

Selain itu, sambung Nova, sesuai dengan semangat Pemerintah Aceh untuk menekan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja, maka setiap acara yang diselenggarakan di Aceh diharapkan mampu memberi efek ekonomi bagi masyarakat.

“Selama PKA 7 berlangsung. Masyarakat sekitar harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan yang akan berlangsung selama 10 hari ini,” tegas Wagub.

PKA 7, Selain Stadion Lhoong Raya, pusat kegiatan tetap difokuskan di Taman Sri Ratu Syafiatuddin dan beberapa lokasi lain, yaitu Taman Budaya, taman Sari, Lapangan Blang Padang, Meuseum Aceh, Museum Tsunami, Taman Putroe Phang, Gedung Chik Di Tiro dan AAC Dayan Dawood.

Berbagai atraksi budaya pun akan mengisi acara tersebut diantaranya, pertujukan seni tari tradisi dan aneka lomba, pemberian anugerah budaya kepada individu, kelompo maupun lembaga yang melestarikan dan budaya Aceh. Selain itu juga akan ada pameran budaya, bisnis kepariwisataan, pasar seni niaga dan suwa Aceh.