TPA Sistem Sanitary Landfill di Simeulue Difungsikan

Ahmad | habadaily.com | 14 November 2017, 23:07 WIB
TPA Sistem Sanitary Landfill di Simeulue Difungsikan Peresmian TPA dan IPLT di Simeulue oleh Bupati Erly Hasim, Selasa (14/11/2017) | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) dengan sistem sanitary landfill yang dibangun dengan anggaran Rp 11,1 miliar sumber APBN 2016 di Simeulue resmi difungsikan.

Pemakaian TPA/IPLT yang berlokasi di pinggiran pegunungan kawasan Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Simeulue, Erly Hasim, Selasa (14/11/2017).

TPA sistem sanitary landfill merupakan cara pebuangan (pemusnahan) sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah yang kemudian menutupnya dengan tanah.

Bupati Erly Hasyim dalam sabutannya mengatakan, TPA tersebut dengan luas 5 hektar lebih. Sehingga mampu menampung dan mengolah jutaan kubik sampah dan tinja, untuk dijadikan kompos atau pupuk yang bernilai ekonomis untuk kepentingan tanaman.

"Hari ini kita resmikan fasilitas TPA/IPLT sistem sanitary landfill dengan harapan kan memberikan dampak kenyamanan dan peningkatan kesehatan di lingkungan masyarakat. Di TPA ini juga akan diolah sampah serta menjadi sumber mata pencaharian serta pendapatan," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simeulue, Israk Alam dalam laporannya mengatakan, pembangunan TPA/IPLT itu menghabiskan anggaran Rp 11,1 miliar bersumber dari APBN tahun anggaran 2016. Kegiatan dilakukan dua tahap yakni pembangunan instalasi pengelolahan lumpur tinja dan pembangunan tempat pembuangan akhir sampah.

"Pembangunan IPLT selesai bulan Desember 2016 dengan anggaran Rp 1,8 miliyar. Sedangkan TPA senilai Rp 9,3 miliar yang pengerjaannya selesai bulan Juni 2017," rincinya.

Masih menurut dia, pihaknya juga telah mengusulkan kepada dinas Pemukiman Perumahan Aceh untuk pengadaan eksavator dan bulldoser, sebagai sarana pendukung operasional di TPA dan IPTL. Sarana ini anggarannya mencapai Rp 7 miliar yang bersumber dari Otsus tahun 2018.

Dalam persemian TPA dan IPTL itu juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada dua pelajar SMA setempat, yakni Nurul Wariyin Erzak dan Aldiwira Wina Dinata sebagai Duta Lingkungan Hidup, Kabupaten Simeulue.

"Kesadaran masyarakat untuk kebersihan lingkungan baru 50 persen dan kalau Pemerintah sudah 100 persen, namun seluruh warga Simeulue harus menjaga kebersihan lingkungannya", kata Nurul Wariyin Erzak kepada media ini. [jp]