Perusahaan Energi Prancis Lirik Aceh

Irwandi: Selama Ini Banyak Investor Hanya Presentasi Saja

Redaksi | habadaily.com | 13 November 2017, 20:56 WIB
Irwandi: Selama Ini Banyak Investor Hanya Presentasi Saja Pertemuan Irwandi dengan pihak manajemen Akuo Energy di Kantor Gubernur Aceh, Senin (13/11/2017) | IST

HABADAILY.COM- Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengatakan, selama ini ada banyak investor yang datang ke Aceh mengutarakan niatnya untuk berinvetasi. Namun kebanyakan hanya untuk presentasi saja, sementara proyeknya tidak dilaksanakan.

Penegasan ini disampaikan Irwandi pada pertemuannya dengan pihak manajemen Akuo Energy, sebuah perusahaan energi asal Prancis di Kantor Gubernur Aceh, Senin (13/11/2017).  Kedatangan tim Akuo untuk mengutarakan niatnya berinventasi di Aceh lewat pengembangan energi terbarukan.

“Saya ingin proyek ini dilaksanakan, karena selama ini banyak investor hanya presentasi tapi proyeknya tidak dilaksanakan,” tegas Irwandi pada Managing Director Akuo Energy untuk Indonesia, Christophe Moyon Christophe, setelah Christophe memaparkan lokasi-lokasi energy listrik terbarukan di Aceh yang katanya akan segera dikembangkan.

Adapun proyek yang ditawarkan Akuo Energy ini, pembangunan listrik tenaga angin di kawasan Krueng Raya dan Lhoknga dengan membangun 50 turbin yang menghasilan energi listrik sebesar 100 megawat lebih. Listrik tenaga air akan dibangun di Takengon dengan energi listerik sebanyak 6 megawat.

Sedangkan di Kabupaten Simeulue akan dibangun energi listrik biomass dan dapat menghasilkan energy listrik sebanyak 3 megawat.  “Kita melihat potensi yang sangat besar di Aceh, baik itu potensi angin, air dan biomass,” kata Moyon Christophe.

Namun Christophe  menjawab, untuk pelaksanaannya pihaknya terlebih dahulu akan melakukan study fisibilitas di Aceh selama setahun. “ Kami akan melakukan study fisibilitas selama satu tahun, baik di lokasi energy angin, air dan biomass,” ujarnya.

Pertemuan tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Aceh, Kepala DinasPenanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu Aceh, PLN dan sejumlah pejabatlainnya. [jp/rel]