Habadaily.com

Perusahaan Cina Investasi Energi Terbarukan di Aceh

Habadaily.com
09:19 WIB
Perusahaan Cina Investasi Energi Terbarukan di Aceh

HABADAILY.COM - Pemerintah Aceh telah menandatangani dokumen kontrak kerjasama dengan perusahaan Cina Huadian HongKong Co. Perusahaan asal negara Cina itu akan melalukan investasi dalam bidang energi terbarukan di Aceh.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, proses penandatanganan kontrak kerjasama ini dilakukan Rabu (27/9/2017) di Jakarta. Turut hadir pada acara tersebut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, turut menandatangani sebagai saksi rencana investasi di Aceh yang difokuskan pada tenaga Hydro.

“Kata Gubernur Aceh perusahaan Cina Huadian HongKong Co, Ltd sejauh ini telah berhasil menginvestasikan dan membangun Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan No.1, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara Lafarge Lhoknga, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batam, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Bali di Indonesia,” kata Mulyadi Nurdin, Jumat (29/9/2017) di Banda Aceh.

Selain itu, lanjut Mulyadi Nurdin, CHD merupakan perusahaan yang saat ini berinvestasi di sejumlah Negara seperti Rusia, AS, Peru dan Bangladesh.

Katanya, sebagai platform investasi internasional yang dimiliki sepenuhnya oleh Cina Huadian HongKong Co, Ltd. Mereka memiliki keahlian dalam pembiayaan pembangunan, pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga batubara, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit tenaga angin dan matahari, dan sangat ingin memperluas usahanya di Indonesia.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, MoU tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas listrik di Aceh  sekitar 2.000 MW dengan total investasi sekitar 5 miliar USD.

“Namun jika ada kebutuhan yang lebih tinggi di  Aceh, nilai investasi ini dapat ditingkatkan, karena MoU ini sifatnya umum,” ujarnya.

Untuk diketahui, Cina Huadian Corporation adalah satu dari lima produsen listrik nasional yang sepenuhnya dimiliki oleh negara dan diatur oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara Cina. Dengan kapasitas operasi di seluruh dunia sebesar 143 GW dan total pendapatan 27 miliar Dolar AS, CHD berada di peringkat 331 di Fortune 500 pada 2016.[acl]

Habadaily.com