Habadaily.com

Ketua DPRA Jajaki Kerjasama ke Malaysia

Habadaily.com
22:21 WIB
Ketua DPRA Jajaki Kerjasama ke Malaysia
Ketua DPRA Tgk Muharuddin bersama warga Aceh di Malaysia | Habadaily.com

HABADAILY.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Aceh perantauan di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka diantaranya adalah mantan Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Junid, Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM) Dato' H Mansyur Usman, serta beberapa tokoh lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung Minggu-Senin (23-24/07/2017), para pihak ini membahas berbagai isu strategis terutama terkait peluang investasi di Aceh, Pariwisata, serta tata kelola pemerintahan baru, yang kini di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Tgk Muharuddin menilai perlu adanya kerjasama antar negara yang diwakili oleh Pemerintah Aceh dengan difasilitasi oleh masyarakat Aceh serantau di Malaysia. “Saat ini kunjungan wisatawan ke Aceh didominasi warga Malaysia, dan ini tentu butuh dukungan warga Aceh yang ada di sini (Malaysia),” kata Tgk Muharuddin

Pariwisata setidaknya menjadi pintu dari berbagai peluang investasi yang mungkin dilakukan di Aceh, sembari juga menunggu kesiapan infrastruktur yang di butuhkan nantinya untuk para investor."Kita harapkan Pemerintah Aceh untuk menjejaki lebih lanjut rencana kerjasama yang saling menguntungkan" harap Tgk Muharuddin.

Sementara Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Junid menyebut bahwa investor baru akan menempatkan modalnya ketika mereka mendapat kepastian hukum dan perizinan.

“Tidak pengaruh syariat Islam berlaku di Aceh menggangu investasi, karena mereka datang mau berinvestasi, bukan membuat yang dilarang oleh syariat Islam,” kata Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Junid.

Bekas Menteri Dalam Negeri Malaysia berdarah Aceh ini juga menekankan pentingnya kepercayaan dan nama baik daerah (Aceh)."Semua pihak di Aceh, baik swasta dan juga pemerintah untuk berkawan dengan yang memiliki banyak uang." Kata Tan Sri Dato' Seri Sanusi bin Junid yang terakhir menjabat sebagai Menteri Kedah.

Sedangkan Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM), Dato' H Mansyur Usman, mengaku siap membantu memperkenalkan Aceh. Menurutnya, saat ini Aceh sudah mampu melalui fase keamanan, dan kini Aceh harus memberi kenyamanan dan keramahtamahan.

“Persoalan pengurusan administrasi menjadi hal utama yang harus diperbaiki. Kami di Malaysia siap membantu mencarikan investor, termasuk akan mensosialisasikan bahwa Aceh sudah siap menerima investasi,” imbuh Dato' H Mansyur Usman.

Harapan Dato' H Mansyur Usman, Aceh di masa depan terutama pada keperintahan baru Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah bisa lebih baik dari masa lalu.[*]

Habadaily.com